{"id":1339,"date":"2025-07-18T06:52:59","date_gmt":"2025-07-18T06:52:59","guid":{"rendered":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/?p=1339"},"modified":"2025-07-18T06:53:00","modified_gmt":"2025-07-18T06:53:00","slug":"memahami-negative-space-dalam-desain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/","title":{"rendered":"Memahami Negative Space dalam Desain"},"content":{"rendered":"\n<p>Memahami Negative Space dalam Desain, Negative space, atau ruang negatif, adalah area kosong di sekitar atau di antara elemen-elemen dalam desain. Dalam konteks visual, ini bukan berarti &#8220;kosong&#8221; dalam arti tidak penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Justru, memahami negative space dalam desain membantu menciptakan komposisi yang seimbang, rapi, dan mudah dicerna oleh mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang negatif bisa berbentuk latar belakang, margin, atau ruang kosong antara teks dan gambar. <\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaannya memungkinkan elemen utama tampil lebih menonjol dan memberikan kesan profesional serta estetis dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi para desainer pemula maupun profesional, <a href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/sertifikasi-desain-grafis-bnsp\/\">Sertifikasi Desain Grafis <\/a>dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan menunjukkan keseriusan dalam bidang ini.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#Kenapa_Negative_Space_Itu_Penting\" >Kenapa Negative Space Itu Penting?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#Bagaimana_Cara_Menggunakan_Negative_Space_Secara_Efektif\" >Bagaimana Cara Menggunakan Negative Space Secara Efektif?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#1_Meningkatkan_Fokus_Visual\" >1.&nbsp;Meningkatkan Fokus Visual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#2_Menambah_Kesan_Elegan_dan_Profesional\" >2.&nbsp;Menambah Kesan Elegan dan Profesional<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#3_Membantu_Hirarki_Informasi\" >3. Membantu Hirarki Informasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#4_Meningkatkan_Keterbacaan_Teks\" >4.&nbsp;Meningkatkan Keterbacaan Teks<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#5_Menciptakan_Ilusi_Visual_yang_Kreatif\" >5.&nbsp;&nbsp;Menciptakan Ilusi Visual yang Kreatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#6_Meningkatkan_Pengalaman_Pengguna_UX\" >6.&nbsp;&nbsp;Meningkatkan Pengalaman Pengguna (UX)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_Negative_Space_Itu_Penting\"><\/span>Kenapa Negative Space Itu Penting?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bayangkan sebuah poster atau website yang penuh sesak dengan gambar, teks, dan warna tanpa jeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Tentu melelahkan untuk dilihat, bukan? Nah, di sinilah peran penting negative space. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengatur ruang kosong secara tepat, pesan visual menjadi lebih kuat, dan perhatian audiens bisa difokuskan ke elemen utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami negative space dalam desain tidak hanya soal estetika, tapi juga tentang bagaimana mengomunikasikan pesan secara efektif. <\/p>\n\n\n\n<p>Desainer yang mampu mengatur ruang negatif dengan baik akan menciptakan karya yang lebih komunikatif dan mudah dimengerti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cara_Menggunakan_Negative_Space_Secara_Efektif\"><\/span>Bagaimana Cara Menggunakan Negative Space Secara Efektif?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum kita masuk ke tips spesifik, penting untuk diingat bahwa negative space bukanlah kekurangan isi. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, ini adalah alat desain yang kuat. Gunakan ruang ini untuk menciptakan keseimbangan, mengarahkan mata, dan memberikan napas pada komposisi desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kita bahas lebih lanjut beberapa manfaat dan teknik dalam menggunakan negative space.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Meningkatkan_Fokus_Visual\"><\/span>1.&nbsp;Meningkatkan Fokus Visual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu manfaat utama memahami negative space dalam desain adalah kemampuannya untuk meningkatkan fokus. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memberi ruang kosong di sekitar elemen penting, mata audiens akan lebih mudah diarahkan ke bagian yang ingin disorot, seperti judul, logo, atau tombol ajakan bertindak (call-to-action).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menambah_Kesan_Elegan_dan_Profesional\"><\/span>2.&nbsp;Menambah Kesan Elegan dan Profesional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Desain yang penuh ruang kosong sering kali terlihat lebih modern dan profesional. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak brand besar, seperti Apple dan Nike, memanfaatkan negative space untuk menyampaikan kesan mewah dan minimalis. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam dunia desain grafis dan branding, keheningan visual seringkali lebih kuat daripada keramaian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membantu_Hirarki_Informasi\"><\/span>3. Membantu Hirarki Informasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memahami negative space dalam desain juga sangat bermanfaat dalam menyusun hierarki visual. <\/p>\n\n\n\n<p>Ruang kosong dapat digunakan untuk memisahkan bagian-bagian informasi agar pembaca lebih mudah memahami alur dan prioritas konten. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, dalam desain website, negative space membantu membedakan header, body, dan footer secara jelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Meningkatkan_Keterbacaan_Teks\"><\/span>4.&nbsp;Meningkatkan Keterbacaan Teks<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam tipografi, ruang negatif sangat penting untuk kenyamanan membaca. Jarak antar huruf (kerning), antar kata, dan antar paragraf semuanya memengaruhi seberapa mudah teks dibaca. <\/p>\n\n\n\n<p>Desain yang memperhatikan aspek ini akan lebih ramah pengguna dan enak dilihat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menciptakan_Ilusi_Visual_yang_Kreatif\"><\/span>5.&nbsp;&nbsp;Menciptakan Ilusi Visual yang Kreatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa desain logo atau ilustrasi, negative space sering dimanfaatkan untuk menciptakan bentuk tersembunyi atau ilusi optik. <\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah logo FedEx yang menyisipkan panah di antara huruf E dan X. Teknik ini bisa menambah daya tarik dan nilai simbolik pada desain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Meningkatkan_Pengalaman_Pengguna_UX\"><\/span>6.&nbsp;&nbsp;Meningkatkan Pengalaman Pengguna (UX)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam desain antarmuka digital (UI\/UX), negative space sangat krusial. Ruang kosong antara tombol, menu, dan konten membuat navigasi lebih mudah dan antarmuka lebih intuitif. <\/p>\n\n\n\n<p>Memahami negative space dalam desain UI dapat secara langsung meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Negative space bukan sekadar ruang kosong ia adalah elemen aktif dalam desain yang dapat memperkuat pesan visual, meningkatkan estetika, dan mempermudah pemahaman informasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan ruang negatif secara strategis, desain menjadi lebih fungsional dan menarik. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jangan takut untuk memberi &#8220;napas&#8221; pada desain Anda. Terkadang, kekosonganlah yang membuat sesuatu menjadi lebih bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami Negative Space dalam Desain, Negative space, atau ruang negatif, adalah area kosong di sekitar atau di antara elemen-elemen dalam desain. Dalam konteks visual, ini bukan berarti &#8220;kosong&#8221; dalam arti&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[126],"tags":[208],"class_list":["post-1339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-desain-grafis","tag-desain","article","has-background","has-excerpt","has-avatar","has-author","has-date","has-comment-count","has-category-meta","has-read-more","has-post-media","thumbnail-"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"kompetenesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-18T06:52:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-18T06:53:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/cf16e1029064f41849bbeb60e1994525\"},\"headline\":\"Memahami Negative Space dalam Desain\",\"datePublished\":\"2025-07-18T06:52:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-18T06:53:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\"},\"wordCount\":585,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png\",\"keywords\":[\"desain\"],\"articleSection\":[\"Desain Grafis\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\",\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\",\"name\":\"Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png\",\"datePublished\":\"2025-07-18T06:52:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-18T06:53:00+00:00\",\"description\":\"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Memahami Negative Space dalam Desain\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memahami Negative Space dalam Desain\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/\",\"name\":\"kompetenesia\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"kompetenesia\",\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-26-removebg-preview.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-26-removebg-preview.png\",\"width\":821,\"height\":304,\"caption\":\"kompetenesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/cf16e1029064f41849bbeb60e1994525\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/kompetenesia.com\"],\"url\":\"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia","description":"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia","og_description":"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.","og_url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/","og_site_name":"kompetenesia","article_published_time":"2025-07-18T06:52:59+00:00","article_modified_time":"2025-07-18T06:53:00+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/cf16e1029064f41849bbeb60e1994525"},"headline":"Memahami Negative Space dalam Desain","datePublished":"2025-07-18T06:52:59+00:00","dateModified":"2025-07-18T06:53:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/"},"wordCount":585,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png","keywords":["desain"],"articleSection":["Desain Grafis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/","url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/","name":"Memahami Negative Space dalam Desain - kompetenesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png","datePublished":"2025-07-18T06:52:59+00:00","dateModified":"2025-07-18T06:53:00+00:00","description":"Memahami negative space dalam desain adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia kreatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#primaryimage","url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png","contentUrl":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/kompetenesia-36.png","width":600,"height":400,"caption":"Memahami Negative Space dalam Desain"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/memahami-negative-space-dalam-desain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memahami Negative Space dalam Desain"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/","name":"kompetenesia","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#organization","name":"kompetenesia","url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-26-removebg-preview.png","contentUrl":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo_Kompetitor_Ditekindo_Transparan-26-removebg-preview.png","width":821,"height":304,"caption":"kompetenesia"},"image":{"@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/cf16e1029064f41849bbeb60e1994525","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3dcf6ac8dbcf6d7ff9d94e77a3d4678358491d700ca4e9e22887fb52fcd0009?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/kompetenesia.com"],"url":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1341,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339\/revisions\/1341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kompetenesia.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}