Halo sobat Kompetensia, Bagi kamu yang sedang penasaran atau bahkan baru dengar soal profesi data analyst! Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap tentang bagaimana cara belajar data analyst untuk pemula dengan cara yang menyenangkan, tidak kaku, dan tentu saja mudah dimengerti.
Di era digital seperti sekarang, profesi data analyst menjadi salah satu karier yang paling dicari. ‘
Kenapa? Karena hampir semua bisnis saat ini ingin mengambil keputusan berdasarkan data.
Dengan belajar data analyst untuk pemula, kamu sedang membuka pintu menuju dunia karier yang cerah dan penuh peluang.
Dengan memiliki Sertifikasi Data Analyst, seseorang dapat membuktikan kemampuannya dalam mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data sehingga dapat memberikan insight yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan bisnis.
Kenapa Belajar Data Analyst untuk Pemula Itu Penting?

Coba bayangkan, ketika sebuah perusahaan ingin tahu produk mana yang paling laris, atau jam berapa pelanggan paling banyak bertransaksi, di situlah peran data analyst dibutuhkan.
Profesi ini membantu perusahaan memahami data yang mereka miliki agar bisa digunakan untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
Dengan memahami data, kamu bisa membantu meningkatkan penjualan, memperbaiki pelayanan, bahkan memprediksi tren masa depan.
Oleh karena itu, belajar data analyst untuk pemula tidak hanya menambah skill tapi juga membuka peluang karier yang luar biasa.
1. Data Sebagai Aset Strategis
Di era digital, data adalah aset yang sangat berharga. Perusahaan mengumpulkan data dari berbagai sumber, mulai dari transaksi pelanggan, interaksi di media sosial, hingga pola kunjungan website.
Tugas data analyst adalah mengubah data mentah tersebut menjadi informasi yang bermanfaat.
2. Permintaan Pasar yang Tinggi
Perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor saat ini sangat membutuhkan tenaga ahli yang bisa mengelola dan menganalisis data.
Inilah sebabnya profesi data analyst semakin populer dan memiliki prospek karier yang menjanjikan.
Dasar yang Harus Dikuasai Sebelum Terjun ke Dunia Data
Sebelum kamu masuk ke tools dan teknik canggih, kamu perlu punya dasar yang kuat. Salah satunya adalah pemahaman logika dan matematika dasar.
Tidak perlu jago kalkulus atau statistik tingkat tinggi, cukup paham cara menghitung rata-rata, memahami persentase, dan mengerti logika dasar seperti “jika A maka B”.
Selain itu, kamu juga harus mengenal beberapa alat bantu yang akan sering digunakan oleh data analyst.
Excel atau Google Sheets bisa jadi langkah awal yang sangat bagus. Setelah itu, kamu bisa belajar SQL untuk mengolah data dari database, lalu lanjut ke Python atau R jika ingin mengolah data lebih kompleks.
Di tahap lanjut, kamu juga bisa mengenal tools visualisasi seperti Tableau atau Power BI.
1. Pentingnya Logika Dasar
Logika membantu kamu memahami pola dan struktur data. Ini sangat penting saat kamu membuat keputusan berdasarkan data atau saat menyusun formula dalam Excel maupun query dalam SQL.
2. Penguasaan Tools
Alat-alat seperti Excel, SQL, dan Python akan menjadi senjata utama kamu. Menguasai tools ini akan membuat kamu lebih percaya diri dalam menganalisis data dari berbagai jenis dan skala.
Langkah Pertama Belajar Data Analyst untuk Pemula
Banyak pemula bertanya, dari mana saya harus mulai? Jawabannya: mulai dari yang paling sederhana dulu.
Excel adalah tempat yang tepat untuk memulai. Dengan Excel, kamu bisa belajar cara menghitung, menyusun data, hingga membuat grafik sederhana.
Pelajari fungsi seperti SUM untuk menjumlahkan, AVERAGE untuk menghitung rata-rata, atau IF untuk logika sederhana.
Setelah itu, coba buat grafik dari data yang kamu miliki. Ini akan membiasakan kamu membaca data secara visual.
Setelah merasa nyaman dengan Excel, kamu bisa mulai mengenal SQL. Bahasa ini digunakan untuk mengambil data dari database.
Pelajari bagaimana cara menggunakan SELECT untuk memilih data, WHERE untuk menyaring, dan JOIN untuk menggabungkan data dari beberapa tabel.
Banyak situs gratis yang menyediakan latihan SQL, jadi kamu bisa praktik langsung.
Bagi kamu yang ingin naik level, Python bisa jadi pilihan berikutnya. Bahasa ini sangat populer di kalangan data analyst karena fleksibel dan punya banyak library seperti Pandas dan Matplotlib yang memudahkan pengolahan serta visualisasi data.
Kalau kamu lebih suka visual dan kurang suka ngoding, kamu bisa mulai belajar Tableau atau Power BI yang punya fitur drag-and-drop.
1. Belajar dari Proyek Mini
Coba buat proyek kecil, seperti menganalisis data keuangan pribadi atau data penjualan fiktif. Ini akan membantumu memahami alur analisis secara menyeluruh.
2. Konsistensi dalam Belajar
Belajar data analyst tidak bisa instan. Konsistensi adalah kunci. Sisihkan waktu setiap hari atau setiap minggu untuk belajar dan praktik.
Membuka Pintu Praktik: Belajar Langsung dari Data Nyata
Sekarang kamu sudah punya gambaran alat dan dasar yang dibutuhkan. Tapi teori saja tidak cukup, kamu perlu praktik langsung. Misalnya, ambil dataset sederhana seperti data penjualan toko online.
Dari situ, kamu bisa mulai menghitung rata-rata penjualan tiap bulan, mencari tahu bulan mana yang penjualannya paling tinggi, atau membuat grafik untuk melihat tren penjualan dari waktu ke waktu.
Kamu juga bisa mulai bereksperimen dengan SQL. Misalnya, jika kamu punya data transaksi dan data produk, coba ambil total penjualan untuk setiap produk.
Lalu gabungkan dengan data kategori produk untuk tahu kategori apa yang paling laku. Dari latihan-latihan ini, kamu akan terbiasa berpikir seperti data analyst.
Jika sudah mulai nyaman, coba pindah ke Python. Buka file CSV dengan Pandas, kelompokkan data berdasarkan kategori tertentu, lalu tampilkan hasilnya dalam bentuk grafik.
Dengan begitu, kamu akan memahami alur kerja seorang data analyst: mulai dari mengambil data, membersihkan data, menganalisis, sampai memvisualisasikan hasilnya.
1. Mencari Dataset Gratis
Kamu bisa menemukan banyak dataset gratis di platform seperti Kaggle, Data.gov, atau Google Dataset Search. Ini sumber bagus untuk latihan analisis.
2. Dokumentasikan Hasil Analisis
Setiap kali kamu menyelesaikan analisis, buat dokumentasi hasilnya. Ini bisa menjadi portofolio kamu untuk melamar kerja nantinya.
Tips Supaya Belajar Data Analyst untuk Pemula Lebih Efektif
Belajar data analyst tidak harus dilakukan sekaligus. Buatlah jadwal belajar yang konsisten, misalnya 1 jam setiap hari. Fokuskan diri pada satu topik sampai kamu benar-benar paham, baru lanjut ke topik berikutnya.
Carilah tantangan berupa mini proyek. Misalnya, kamu bisa membuat laporan penjualan berdasarkan data fiktif. Atau analisis data cuaca untuk tahu pola hujan bulanan. Proyek seperti ini bisa kamu kumpulkan sebagai portofolio.
Bergabunglah dengan komunitas. Di sana kamu bisa diskusi, tanya jawab, bahkan mendapatkan referensi materi belajar yang bagus. Selain itu, dengan melihat hasil kerja orang lain, kamu bisa termotivasi untuk terus berkembang.
1. Gabung Komunitas Data
Komunitas seperti DataTalks, Data Science Indonesia, atau grup Telegram khusus data analyst bisa menjadi tempat belajar yang seru dan suportif.
2. Terus Perbarui Ilmu
Dunia data terus berkembang. Ikuti kursus online terbaru atau baca blog profesional agar kamu tidak ketinggalan tren dan tools terbaru.
Kesimpulan
Belajar data analyst untuk pemula memang terlihat menantang di awal, tapi sebenarnya sangat bisa dipelajari oleh siapa saja, asalkan ada kemauan dan konsistensi. Mulailah dari alat yang paling sederhana seperti Excel, lalu lanjutkan ke SQL dan Python jika kamu merasa siap. Praktik langsung dengan dataset nyata akan membantu kamu memahami proses kerja seorang data analyst.
Jangan lupa, nikmati proses belajar ini. Karena semakin kamu menyelami dunia data, semakin menarik pula insight yang bisa kamu temukan. Dan yang paling penting, kamu sedang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja yang sangat membutuhkan keahlian ini. Jadi, terus semangat dan jangan berhenti belajar!
Leave a Comment